05 November 2009

Facebook dan Pembangkangan Sipil

Dukungan masyarakat sipil untuk Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah dua pimpinan KPK non aktif yang sempat di penjarakan itu terus mengalir. Dukungan tak hanya lewat dunia nyata dalam bentuk aksi demonstrasi tapi juga dari dunia maya, facebook (FB).

Di dunia nyata aksi-aski berlangsung tidak hanya di Jakarta tapi juga di daerah-daerah. Tokoh-tokoh nasional seperti Gusdur, Syafi’i Ma’arif, Masdar Farid Mas’udi dan lain-lain juga tak tanggung-tanggung turut turun kejalan. Sementara di dunia maya dukungan tak kalah dahsyat. Seorang bernama Usman Yasin dosen universitas muhammadiyah Bengkulu memulainya dengan mengangkat tema Gerakan 1 juta Facebookers Dukung Chandra Hamzah & Bibit Samad Riyanto.

Fantastis, dua hari setelah dukungan itu dibuat ada 200 ribuan orang menyatakaan dukungannya. Sampai dibentuknya tim 8 oleh presiden pada selasa lalu, angkanya sudah mencapai 500 ribu orang. Angka yang begitu fantastis konon menurut beberapa analis, telah menginspirasi SBY membentuk TIM 8. Hari ini angka dukungan itu sudah menembus 894.323 orang.

Aksi dukungan melalui FB seperti ini juga pernah mencuat ketika Prita Mulya Sari mengalami kriminalsasi oleh rumah sakit omni internasional. Hasilnya prita dibebaskan ketika angka dukungan mencapai 80 ribu orang. Bahkan diliputan televisi, dengan jujur polisi mengatakan, mereka membebaskan Prita salah satu alasannya karena besarnya dukungan masyarakat lewat FB.

Diakui maupun tidak, FB hari ini telah ikut mewarnai sistem demokrasi kita. Ketika saluran demokrasi formal seperti partai politik, DPR dan DPD sudah tersumbat dan tak lagi bisa diandalkan rakyat, ketika dunia hukum mengabaikan nalar dan akal sehat, maka FB yang awalnya hanya sebuah jejaring pertemanan menjadi saluran demokrasi alternatif yang sangat efektif.

Suka tidak suka, dalam kontestasi dua kasus ini, FB telah menghasilkan people power yang luarbiasa dan tak bisa dianggap remeh penguasa. Sebuah media massa menulis, dalam kasus KPK, FB telah menstimulasi munculnya pembangkangan sipil. Masyarakat secara sadar dan mengikuti nurani bersuara lantang, KPK harus diselamatkan, dan mafioso-mafioso politik dinegeri ini harus dilawan. []


Continue Reading...

04 November 2009

Puisi Negeri Para Bedebah

Karya:Adhie Massardi

Ada satu negeri yang dihuni para bedebah
Lautnya pernah dibelah tongkat Musa
Nuh meninggalkan daratannya karena direndam bah
Dari langit burung-burung kondor jatuhkan bebatuan menyala-nyala

Tahukah kamu ciri-ciri negeri para bedebah?
Itulah negeri yang para pemimpinnya hidup mewah
Tapi rakyatnya makan dari mengais sampah
Atau jadi kuli di negeri orang yang upahnya serapah dan bogem mentah

Di negeri para bedebah
Orang baik dan bersih dianggap salah
Dipenjarakan hanya karena sering ketemu wartawan
Menipu rakyat dengan pemilu menjadi lumrah
Karena hanya penguasa yang boleh marah
Sedang rakyatnya hanya bisa pasrah

Maka bila negerimu dikuasai para bedebah
Jangan tergesa-gesa mengadu kepada Allah
Karena Tuhan tak akan mengubah suatu kaum
Kecuali kaum itu sendiri mengubahnya

Maka bila negerimu dikuasai para bedebah
Usirlah mereka dengan revolusi
Bila tak mampu dengan revolusi,
Dengan demonstrasi
Bila tak mampu dengan demonstrasi, dengan diskusi
Tapi itulah selemah-lemahnya iman perjuangan
Continue Reading...

Rekaman KPK

Nama dua ketua KPK yang dijadikan tersangka oleh Kepolisian RI, Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah, nampaknya akan menjadi ‘maskot’ penegakan hukum di negeri ini. Selasa kemaren, rekaman percakapan antara Anggodo Widjojo dengan Wisnu Subroto (mantan Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen) serta beberapa orang lainnya- membuka labirin gelap mafia hukum di negeri ini.

Mata publik terbelalak, ada keterlibatan kepolisian, kejaksaan dan bahkan presiden dalam kasus pemberangusan peran KPK yang selama ini kuat dicurigai banyak pihak. Sebuah skenario tingkat elit yang sungguh luarbiasa rapinya.
Berikut ringkasan transkrip rekaman dari tanggal 23 Juli 2009 hingga 10 Agustus 2009 yang diperdengarkan MK pada sidang kemaren. (selasa, 3 November 2009)

Anggodo dan orang yang diduga Wisnu Subroto

Pembicaraan 22 Juli terjadi pukul 12.03 WIB.

"Nanti malam saya rencananya ngajak si Edi (Edi Sumarsono) sama Ari (Ari Muladi) ketemu Truno 3 (Kabareskrim Komjen Susno Duadji)," kata Anggodo kepada Wisnu.

Sehari kemudian giliran Wisnu menelepon Anggodo, sekitar pukul 12.15.

Wisnu : Bagaimana perkembangannya?
Anggodo : Ya, masih tetap nambahin BAP, ini saya masih di Mabes. Pokoknya berkasnya ini kelihatannya dimasukkan ke tempatnya Ritonga (saat itu Jaksa Agung Muda Pidana Umum, Abdul Hakim Ritonga, sekarang Wakil Jaksa Agung) minggu ini, terus balik ke sini, terus action.
Wisnu : RI-I (Presiden) belum.
Anggodo : Udah-udah, aku masih mencocokkan tanggal.

Sedang telepon yang membahas sikap Edi Sumarsono yang tidak mau mengakui bahwa ia mengetahui adanya perintah dari Antasari Azhar untuk memberi suap kepada Chandra Hamzah, berlangsung 29 Juli 2009, sekitar pukul 13.58.

Anggodo : Terus gimana Pak, mengenai Edi gimana, Pak.
Wisnu : Edi udah tak omongken Irwan apa. Ini bukan sono yang salah, kita-kita ini yang jadi salah.
Anggodo : Iya, padahal ia saksi kunci Chandra. Maksud saya Pak, dia kenalnya dari Bapak dan Pak Wisnu, nggak apa-apa kan Pak.
Wisnu : Nggak apa-apa, kalau dari Wisnu nggak apa-apalah.
Anggodo : Kalau kita ngikutin, kan berarti saya ngaku Irwan kan. Cuma kalau dia nutupin dia yang perintah. Perintahnya Antasari suruh ngaku ke Chandra (Chandra Hamzah) itu nggak ngaku. Terus siapa yang ngaku.
Wisnu : Ya you sama Ari.
Anggodo : Nggak bisa dong Pak, wong nggak ada konteksnya dengan Chandra.
Wisnu : Nggak, saya dengar dari Edi.
Anggodo : Iya dari Edi, emang perintahnya dia Pak. Lha Edi-nya nggak mau ngaku, gitu Pak, Dia (Edi) nggak kenal Chandra, saya ndak nyuruh ngasihin duit. Gimana bos?
Wisnu : Ya nggak apa-apa.

Pada 30 Juli 2009, Anggodo kembali menghubungi Wisnu.

Anggodo : Pak tadi jadi ketemu.
Wisnu : Udah, akhirnya Kosasih (pengacara) yang tahu persis teknis di sana. Suruh dikompromikan di sana. Kosasih juga sudah ketemu Pak Susno. Dia juga ketemu Pak Susno lagi dengan si Edi. Yang penting kalau dia tidak mengaku susah kita. Yang saya penting, dia menyatakan waktu itu supaya membayar Chandra atas perintah Antasari.
Anggodo : Nah itu. Wong waktu di malam si itu dipeluk anu tak nanya, kok situ bisa ngomong. Si Ari dipeluk karena teriak-teriak, dipeluk sama Chandra itu kejadian.
Wisnu : Bohong, nggak ada kejadian, kamuflase saja.

Anggodo dan orang yang diduga Kosasih

Pada 28 Juli 2009 Anggodo menghubungi seseorang yang diduga Kosasih, pengacaranya.

"Perlu enggak Ritonga dikasih?" tanya Anggodo. Saat itu Ritonga masih menjabat sebagai Jaksa Agung Muda tindak Pidana Umum (Jampidum).
"Nanti saja pak,” jawab Kosasih.

Pada 28 Juli 2009 Anggodo menghubungi Kosasih, pengacaranya. Anggodo berkata kepada Kosasih, “Sebenarnya Edi Sumarsono itu seharusnya masuk penjara juga Kos. Tapi sama Pak Wisnu minta sama Ritonga gak dieksekusi-eksekusi.”

Pada 6 Agustus 2009 seorang perempuan menghubungi Anggodo. Berikut percakapannya.

Perempuan : Tadi Pak Ritonga telepon, besok dia pijet di Depok, ketawa-ketawa dia, pokoknya harus ngomong apa adanya semua, ngerti? Kalau enggak gitu kita yang mati, soalnya sekarang dapat dukungan dari SBY, ngerti ga?
Anggodo : Siapa?
Perempuan : Kita semua. Pak Ritonga, pokoknya didukung, jadi KPK nanti ditutup ngerti ga?
Anggodo : Iya-iya
Perempuan : Udah pokoknya jangan khawatir ini urusannya bisa tuntas, harus selesai. Dia ngomong begitu, Pak Ritonga. Bener Pak Ritonga itu loh, siapa polisi itu, si Susno itu. Kemarin Pak Ritonga dianu itu, Pak Ritonga ngamuk. Kan dia itu anu Pak, janji to? Gitu loh, kok dia yang nyeleweng, gak berani dia, katanya Anggodo suruh nelepon kamu, kamu stress toh Pak? Hari ini masuk TV terang loh Pak, masuk tv terang bos itu kayak apa itu?
Anggodo : lya...hehe
Perempuan : Tapi lebih baik kok katanya, bagus. Harus begini, karena Antasari, kan kamu tak certain ya Pak, ini kenapa dia ngomong gini? Mulai.. (tidak jelas) semua, Antasari kan butuh...tutup (tidak jelas) ngerti Pak? Pak Ritonga kan rentut-nya se-Indonesia yang nentuin Pak
Anggodo : Iya
Perempuan : Nah ini loh yang ini, makanya Pak Ritonga dengan urusan sampe tuntas
Anggodo : Ya..ya

Satu hari kemudian, pada 7 Agustus 2009 Anggodo dihubungi seorang perempuan.

Anggodo : Apa sudah telepon Ritonga?
Perempuan : Belum, baru sms saja. Telepon yang ngangkat ajudannya, bilang lagi rapat. Saya bilang sama ajudannya besok ada yang mau ketemu, ajudannya bilang ya saya terima.
Anggodo : Apa itu artinya besok pasti.
Perempuan : Mungkin saja kalau dia ngomongnya seperti itu.

Selanjutnya, pada 10 Agustus terjadi pula percakapan antara Anggodo dan seorang perempuan. Pembicaraan berlangsung dalam bahasa Jawa Timur.

Perempuan : Ritonga takon, Gimana Anggodo sakit? Ritonga iku apik wonge, ngerti budi. (Ritonga tanya, Gimana Anggodo sakit? Ritonga itu orangnya baik, tahu balas jasa). Ritonga ngomong, Bilang Pak Anggodo, banyak temen yang support dia. Jaksa Agung itu banyak. Jangan stress, bisa-bisa nggak bisa mikir kalo stress.


Anggodo dan mantan Jaksa Agung Muda Intelijen Wisnu Baroto.


"Nanti malam saya rencananya ngajak si Edi (Edi Sumarsono) sama Ari (Ari Muladi) ketemu Truno 3 (Kabareskrim Komjen Susno Duadji)," kata Anggodo kepada Wisnu.

Pada 30 Juli 2009, Anggodo kembali menghubungi Wisnu.

Anggodo : Pak tadi jadi ketemu.
Wisnu : Udah, akhirnya Kosasih (pengacara) yang tahu persis teknis di sana. Suruh dikompromikan di sana. Kosasih juga sudah ketemu Pak Susno. Dia juga ketemu Pak Susno lagi dengan si Edi. Yang penting kalau dia tidak mengaku susah kita. Yang saya penting, dia menyatakan waktu itu supaya membayar Chandra atas perintah Antasari.
Anggodo : Nah itu. Wong waktu di malam si itu dipeluk anu tak nanya, kok situ bisa ngomong. Si Ari dipeluk karena teriak-teriak, dipeluk sama Chandra itu kejadian.
Wisnu : Bohong, nggak ada kejadian, kamuflase saja.

.....................

Anggodo : Susno itu dari awal berangkat sama saya ke Singapura, itu dia sudah tau Toni itu saya, sudah ngerti Pak. Yang penting dia enggak usah masalahin Susno itu kan urusan penyidik Pak. Yang penting dia ngakuin itu bahwa dia yang merintahken untuk nyogok Chandra, itu aja.
Wisnu : Sekarang begini, dia perintah kan udah Ari denger, you denger kan sudah selesai. Dia gak ngaku kan sal.. ga anu..gitu aja
Anggodo : Tapi kalo dia gak ngebantu kita Pak, terjerumus. Dia benci sama Susno
Wisnu : Biarin aja. Tapi nyatanya dia ngomong dipanggil Susno
Anggodo : Dipanggil cuma ditanyain aja, dipancing Susno
Wisnu : Saya sudah ingatken jangan nanti kena sasaran enggak, masuk penjara semua. Udah tak gitu-gituin juga

Dalam percakapan lain dengan seorang lelaki yang tidak diketahui identitasnya, Anggodo berucap dengan nada gembira soal kemenangan.

Anggodo : Ternyata Truno 3 komitmennya tinggi sama saya
Lelaki : O, gitu bos yo
Anggodo : Lho, kan wis mlebu bos (Lho, kan sudah masuk bos)
Lelaki : Iyo toh
Anggodo : Gak dilebokno tapi wis TSK, saiki nonaktif. Tapi gak gathuk koncone kene situk. (Gak dimasukkan, tapi sudah jadi tersangka. Sekarang nonaktif. Tapi, teman kita satu kena.)
Lelaki : OC
Anggodo : Dudu, Bibit. (Bukan, Bibit)
Lelaki : O, iku ternyata kene. (O, itu ternyata (teman) kita)
Anggodo : Lek iku kan jek kancane kene bos, tapi nek situk chandra sesuk dilebokno malah tak pateni neng njero. (Lha, itu kan temen sebenernya temen kita sendiri Bos, tapi kalau besok Chandra yang dimasukin malah saya bunuh di dalam)

Anggodo dan seorang perempuan bernama Yuliana

"Pokoke saiki (pokoknya sekarang) Pak SBY mendukung. SBY itu mendukung Ritonga lho," ujar perempuan itu.

Anggodo sempat tidak percaya dengan dukungan SBY itu dan mengatakan, "Koen ngarang ae (Kamu ngarang aja nih), tetapi perempuan itu meyakinkan.

"Harus ditegakno, ngarang yo opo sih (harus ditegakkan, ngarang gimana sih)?" jawab perempuan itu.

Sementara itu, istilah RI 1 disebutkan sekali dalam file percakapan "Anggodo dengan seseorang".

"Untuk menjaga ketidaklangsungan B1 dengan RI 1...."


Continue Reading...

31 October 2009

Bajang (Nir) Oposisi

BULAN puasa lalu, disela-sela buka puasa bersama, teman-teman Lombok Blogger Community (LBC) dan Jaringan Islam Kampus (Jarik) Mataram menyatakan keresahannya dalam sebuah forum diskusi bertema “Refleksi satu tahun kepemimpinan TGH. Zainul Majedi (bajang) dan Badrul Munir (BM)”.

Keresahan anak-anak muda itu berawal dari sebuah pertanyaan, mengapa lebih dari setahun kepemimpinan Bajang dan BM tak ada terobosan berarti yang terlihat? Mengapa dinamika politik juga terkesan miskin jauh beda jika dibandingkan dengan saat kepemimpinan L. Serinate? Para peserta mengungkapkan, berita politik NTB saat ini hanya berisi agenda silaturrahim dan kunjungan sana-sini Gubernur dan wakilnya.

Keresahan seperti ini bukan tidak beralasan karena memang, pasca kemenangannya dalam pilkada setahun silam, visi-misi bajang-BM yang saat itu begitu antusias di kampanyekan seperti pendidikan gratis, kesehatan gratis, jaminan hak-hak minoritas dan banyak lagi yang lain ternyata hingga hari ini belum benar-benar dirasakan masyarakat. Namun siapa yang pernah bertanya soal visi-misi ini? Adakah yang pernah melakukan kualifikasi apakah kebijakan-kebijakan harus dilakukan, atau tidak harus dilakukan, atau malahan harus tidak dilakukan sama sekali.

Nampaknya, angka dukungan nyaris 90% kepada pasangan bajang-BM pada pilkada setahun silam berakibat serius pada mandegnya demokrasi yang ditandai dengan keringnya oposisi baik di tingkat kultural maupun struktural. Masyarakat terkesan enggan berkomentar tentang Gubernur pilihannya sementara ditingkatan elit, para oposan, yang awalnya adalah lawan politik bajang telah masuk dalam pemerintahan.

Yang terjadi akhirnya adalah terkerangkengnya nalar massa dalam Silent Mojority alias moyoritas masyarakat yang diam. Diam yang tak mengerti akan berbuat apa dan bagaimana. Rakyat yang menikmati keadaan yang sesungguhnya tak pantas dinikmati.

Betapa Pentingnya Oposisi

Proses politik yang sehat mengandaikan adanya kekuatan besar yang berkuasa dan adanya kekuatan penyeimbang agar kekuasaan tidak semena-mena. Dalam politik dinamakan posisi dan oposisi.
Posisi adalah penguasa dan oposisi adalah mereka yang berada di luar lingkaran kekuasaan dan menjadi pengontrol kebijakan. Kontrol yang ketat dari oposisi atas kekuasaan diharapkan mampu memberi keadilan dalam setiap pengambilan keputusan.

Kecenderungan bahwa kebijakan tak selalu tepat dan benar menjadikan barisan oposisi sangat penting agar tak terjadi otoritarianisme kekuasaan. Barisan oposisi diharapkan muncul sebagai wacana dan sikap tanding dari setiap kebijakan yang diputuskan penguasa (pemerintah). Sesuatu yang naif, jika dalam sebuah kekuasaan, setiap keputusan berjalan dengan mulus-mulus saja tanpa kritik dan yang menyampaikan wacana berbeda.

Menyampaikan wacana berbeda perlu mendapat catatan khusus karena oposisi kerap disalahtafsirkan dengan sikap mencari-cari kelemahan dan kesalahan lawan poltik. Harus dicatat, oposisi bukanlah sekadar serangan terhadap lawan politik dengan mengkritik semua kebijakan dengan satu petimbangan yang penting ‘melawan’. Melainkan oposisi adalah sikap negarawan seseorang untuk menyatakan yang berbeda untuk kepentingan bangsa dan negara. Bahwa oposisi harus siap kontra memang iya, tapi oposisi juga mesti siap pro ketika kebijakan tersebut patut didukung karena bermanfaat untuk rakyat.
Siapa saja yang bisa berlaku oposisi?. Dalam sistem perpolitikan kita, ada beberapa kelompok yang bisa berlaku menjadi oposisi.

Pertama partai politik. Partai masih menjadi tumpu paling berpengaruh dalam politik kita. Hal ini karena sistem kepartaian yang kita punya mengandaikan konstituen partai tersebut berada di semua lapisan masyarakat. Akhirnya, rekrutmen, kekuatan serta pengambilan keputusan di internal partai menentukan sikap penguasa karena partai membawa suara rakyat konstituennya. Karenanya, partai politik berada di posisi paling strategis untuk melakukan hal ini.

Yang kedia media. Media sebetulnya bukan sekadar ‘bisa jadi’ oposisi tetapi bahkan wajib. Medialah yang bertanggungjawab secara sosial-kultural untuk membangun demokrasi yang lebih sehat karena hanya media yang berpotensi independen dan bebas. Media yang memerankan diri sebagai oposisi dapat mengontrol semua pihak, penguasa, oposan itu sendiri dan juga rakyat.
Yang berukutnya seorang tokoh. Tokoh dalam hal ini bisa dari organisasi, bisa dari tokoh agama, bisa juga dari kalangan budayawan. Tokoh berpotensi menjadi oposisi karena kapasitasnya yang besar serta juga segmentasi massa yang jelas.

Keempat, oposisi parlemen jalanan. Ini identik dengan kaum aktifis, mahasiwa, buruh, tani dan masyarakat sipil yang lain. Dikatakan parlemen jalanan karena biasanya aspirasi mereka tertumpahkan di jalan-jalan dengan kegiatan terutama aksi demonstrasi. Mereka juga bisa melakukannya dengan pernyataan-pernyatataan di media serta hearing dengan para pemegang kebijakan.

NTB (Nir) Oposisi

Begitu banyak elemen masyarakat yang bisa melakukan kontrol terhadap penguasa. Namun di NTB nampaknya keempat-empatnya mati suri. Kepemimpinan bajang-BM telah meredam semua dinamisasi politik NTB kompak dan seirama. Pantas dinamika politik menjadi kering.

Partai yang paling diharapkan sudah lebih banyak mementingkan internal partai masing-masing, media bahkan telah berkontribusi menciptakan vakumnya masyarakat dalam kondisi yang tiadak cerdas. Begitu juga tokoh-tokoh yang selayaknya mampu memerankan diri turut diam persis sepeti yang terjadi di kalangan aktifis dan mahasiswa yang terkenal kritis. Bajang-BM akhirnya benar-benar sedang memerintah tanpa oposisi.

Entahlah, hingga kapan kondisi ini akan berlangsung. Ancaman bahwa demokrasi akan mati di NTB cukup mengkhawatirkan. Apalagi, masih dalam diskusi di sela buka puasa itu, terkuak informasi cukup penting, bajang dan BM saat ini belum mampu menggerakkan roda pemerintahannya hingga ke bawah. Kecanggihan ide-ide dua pemimpin itu belum mampu ditafsirkan secara baik oleh bawahan-bawahannya.

Jika pemerintahan terus terbentuk tanpa oposisi seperti ini, kita khawatir Bajang-BM akan memunculkan kekuasaan otoriter. Otoriter bukan saja dalam pengertian kekerasan politik secara fisik namun juga kekerasan dalam sebentuk kebijakan yang tak pro rakyat. Lalu, kemana lagi kita akan berharap?. []


Continue Reading...

05 October 2009

Mimpi Diatas Kertas

"Mimpi diatas kertas" Sebuah buku motivasi menulis untuk penulis pemula. Buku ini saya dedikasikan buat kawan-kawan sesama penulis pemula yang ingin berbagi ilmu dan pengalaman.

Buku ini di upload berseri dan terus di update setiap pekan. Jangan pernah takut bermimpi, karena mimpi gak bayar hehe...

Saya berharap buku ini ada manfaatnya. Silakan Download bukunya DISINI!



Continue Reading...

Early Warning Dari Rumah dan Sekolah

Seorang pria kurus bertemu dengan seorang pria yang sangat gendut di lobi hotel. Si pria gendut bertanya "Dari tampangmu nampaknya kamu berasal dari daerah yang mengalami bencana kelaparana ya?"

"Ya, benar," jawab kurus, "Dan dari tampangmu, mungkin kamulah penyebab terjadinya bencana kelaparan itu."

Hmm..humor ‘genit’ ini saya petik setahun yang lalu dari sebuah situs humor yang saya lupa alamatnya. Saya tak sengaja menemukan filenya terselip di laptop saya. Membacanya ulang disaat saudara-saudara kita diguncang gempa lagi di Padang Sumatera Barat membuat saya senyum-senyum sendiri. Mungkin benar, karena penghuni bangsa ini terlalu banyak berbuat dosa sehingga di Adzab bencana sedemikian rupa.

Hmmm. .. ini asumsi ‘kecut’ dan pesimistis. Anak kecil akan bertanya cukup pintar, kalo begitu kenapa gak koruptor, perampok, maling, penjahat dan orang-orang pendosa saja yang mati dilindas gempa bukannya orang-orang yang –dimata kita- tidak berdosa??
Lha tu kan rasain ! terus jalan ceritanya bagaimana kalok begini?
Bencana alam seperti gempa, Tsunami atau apa kek namanya memang fenomena yang gak bisa prediksi kapan dan dimana terjadinya. Ia terjadi tanpa seorangpun tahu kecuali si-tuhan.

Apa yang bisa kita lakukan?

Baru lalu aku nonton TV. Seorang anak SMP yang selamat dalam gempa Padang itu bercerita. Saat gempa terjadi, ia langsung teringat pesan ibunya. Jika terjadi gempa maka yang dilakukan pertama kali tenang jangan lari, lihat situasi jangan panik. Pesan ibunya itu benar-benar ia lakukan saat gempa keras mengguncang.

Si anak -yang maaf aku lupa namanya-, saat gempa hebat itu terjadi tengah belajar bersama 17 temannya tepat di lantai dua gedung sebuah lembaga bimbingan belajar. Saat gempa hebat terjadi, si anak langsung menyelamatkan diri ke lantai bawah. Sementara teman-temannya masih panik dan menangis, ia telah berhasil menyelamatkan diri dihalaman sambil asyik menshot orang-orang yang berlarian panik dengan camera handphonenya. “saya refleks aja” katanya pada SCTV.

Pelajaran apa yang bisa kita ambil dari cerita ini.

Satu hal, yakni pesan seorang ibu yang tertanam luarbiasa dalam jiwa anaknya. Pesan yang sesungguhnya biasa saja namun dihayati dalam anak tersebut sehingga mampu mempraktikkannya dalam kenyataan. Tenang, jangan panik, faham situasi, selamatkan diri! Adalah pesan-pesan standar. Namun, karena itu ditanampakan sejak kecil seorang ibu dan dilakukan dengan kasih sayang, anak itu menjadi luarbiasa mencenanya.

Inilah sesungguhnya yang dinamakan Early Warning. Sesuatu yang kerap diwacanakan orang namun kerap tak aplikatif. Early Warning menurut saya bukan sekadar latihan lari-lari menyelamatkan diri lalu datang regu penolong yang akan membawa obat-obatan, tandu dan lain sebagainya. Tapi Early Warning adalah peringatan dini tentang situasi bencana di rumah dan sekolah untuk anak-anak kita, diajarkan oleh orang tua dan guru, bagaimana seharusnya mereka anak-anak menyikapi situasi sulit dan sedahsyat apapun.[]


Continue Reading...

29 September 2009

Ahmadiyah NTB Boleh Berhaji

Mendekati bulan haji, pemerintah Saudi Arabia kembali melayangkan surat instruksi ke seluruh negara di dunia untuk mencegah warga Ahmadiyah tidak datang ke negerinya melaksanakan ibadah haji. Alasannya, konsisten pada pendirian awal, Ahmadiyah belum mau mengakui Muhammad sebagai nabinya.

Di indonesia, surat edaran ini diterima deparemen agama pusat dan bertugas menyebarkannya ke seluruh deartemen agama di semua propinsi di indonesia. Hasilnya beragam, beberapa kepala dinas ada yang mengikuti dan beberapa yang lain justru ‘cuek bebek’ gak peduli.

Seperti yang terjadi di NTB. Kepala Departemen Agama NTB H. L. Suhaimi Ismi justru tak melaksanakan edaran tersebut. "Kami tidak melarang mereka berhaji makanya tidak ada pendeteksian warga Ahmadiyah dalam daftar calon haji," katanya pada hari Senin (7/9) di Mataram.

Menurutnya, aturan negara Arab Saudi yang melarang jamah ahmadiyah berhaji merupakan aturan internal mereka. Sementara di Indonesia tentu saja hal ini tak berlaku. Melarang warga Ahmadiyah pergi haji ke makkah berarti melanggar konstitusi yang memberikan hak dan kesempatan yang sama terhadap semua warga Negara termasuk Ahmadiyah.[]

Continue Reading...

14 September 2009

Andai Agama Sebebas Facebook

Karakteristik agama yang paling kental adalah tiadanya kebebasan bagi pemeluknya. Halal-haram, boleh tidak boleh menjadi petuah wajib semua agama. Terkerangkenglah kebebasan manusia karenanya. Padahal, manusia punya fitrah untuk bebas. Bebas berfikir, bebas memilih dan bebas melakukan sesuatu. Lha karena agama bertentangan dengan fitrah kemanusiaan manusia itu, maka agama kerap menimbulkan alergi. Pak Mark bilang, agama itu candu, agama menjadi musuh manusia. Lebih baik tak beragama daripada kebebasan terenggut.

Beberapa menit lalu, di email saya facebook memberitahu saya bahwa seorang telah pindah mengganti agamanya. Karena ini facebook tentu saja maksudnya teman saya itu mengganti status agamanya di situ. Agama difacebook juga bebas, mau bikin agama dengan nama apa saja terserah pemeluk facebook itu sendiri. Seorang teman saya ada yang beragama Alfisbuqiyah, Nurani, Cinta, Kahlil Gibran, kemanusiaan dan seterusnya. Bahkan ada teman saya lucu, gamanya ditulisnya "Anjing Hu Akbar". (Hu disitu dhamir yang kembali ke allah) begitu ia jelaskan.

Lalu, saya berfikir, coba agama itu seperti Facebook yang memberi kebebasan pada semua ummatnya, memberi standar-standar nilai yang tak rumit dan tak memberi aturan ketat bagi pemeluknya. Pindah agama boleh, mau bikin agama baru juga tak dilarang. Mau bilang apa saja tak ada yang larang. Semuanya bebas. maka niscaya agama tak akan banyak ditinggalkan orang. Dus..aku mendukung Facebook menjadi agama baru di dunia. []
Continue Reading...

01 September 2009

Kontes SEO jokosusilo.com

Masih ada kesempatan, kamu yang sedang belajar SEO, uji ilmu SEO kamu dengan ikutan kontes SEO jokosusilo.com. Hadiahnya Total Rp 25 juta dengan target kata kunci Stop Dreaming Start Action. Kontes diadakan sejak 20 Juni sampe 15 September 2009.
Target kata kunci:Stop Dreaming Start Action (tanpa tanda petik. Pemenangnya adalah posyingan yang menduduki Rangking 1 sampai 10 di Google.co.id bukan Google.com.

Bagi 10 orang pemenang berikut hadiahnya:

• Pemenang 1: Rp 12.000.000,- + Free membership RahasiaBlogging.com
• Pemenang 2: Rp 6.000.000,- + Free membership RahasiaBlogging.com
• Pemenang 3: Rp 3.000.000,- + Free membership RahasiaBlogging.com
• Pemenang 4: Rp 1.500.000,- + Free membership RahasiaBlogging.com
• Pemenang 5: Rp 750.000,- + Free membership RahasiaBlogging.com
• Pemenang 6: Rp 500.000,- + Free membership RahasiaBlogging.com
• Pemenang 7: Rp 500.000,- + Free membership RahasiaBlogging.com
• Pemenang 8: Rp 250.000,- + Free membership RahasiaBlogging.com
• Pemenang 9: Rp 250.000,- + Free membership RahasiaBlogging.com
• Pemenang 10: Rp 250.000,- + Free membership RahasiaBlogging.com
Untuk jelasnya…SILAKAN IKUTI tautan ini.


Continue Reading...

Satu Lagi, Fenomena Spritual Dari Jerowaru

SEORANG teman saya bernama Muhrim tiba-tiba mengalami kejadian aneh dihari ketiga puasa kemaren. Disaat ia berada antara tidur dan terjaga, ia didatangi tiga perempuan cantik. Tiga perempuan itu memintanya mengawasi orang-orang kampung yang jarang solat dan puasa. Muhrim menolaknya dengan alasan ia belum pantas menyuruh orang-orang sementara dirinya merasa belum sempurna beribadah.

Tiga perempuan itu lantas marah-marah dan seketika membuat badannya kaku tak bergerak. Dengan gesit, tiga perempuan itu lantas membedah dadanya layaknya seorang jagal membedah dada seekor kambing. Anehnya dia tak merasakan sakit sedikitpun. Dengan nyata ia saksikan tiga perempuan itu masuk pelan-pelan didadanya dan tubuhnya kembali sempurna seperti semula.

Setelah kejadian aneh malam itu, teman saya ini mengalami keanehan-keanehan lain. Kemana-mana ia menenteng kayu yang dipakainya memukul orang-orang yang dianggapnya tidak solat atau puasa. Setiap subuh ia ronda ke rumah-rumah penduduk yang belum bangun. Anehnya, ia sepertinya mengetahui pasti mana rumah yang pemiliknya belum bengun lantas mengusirnya ke masjid.

Lebih anehnya lagi, Setiap ia bertemu dengan orang yang tidak solat atau puasa badannya langsung menggigil layaknya orang kedinginan. Kalo sudah begini, ia kalap dan memukulnya sampai mengaku salah. Dan hebatnya lagi, orang-orang yang membuatnya menggigil ternyata benar tidak solat atau sedang tidak berpuasa. Entah apa yang dialami teman saya ini. Kata orang-orang kampung ia stres atau kerasukan setan.

Hingga hari ke 12 ramadhan ini, ada 72 orang sudah ia tangkap dan digebuknya. Dan 72 orang itu kebanyakan teman-temannya sesama pemuda. Karena keanehan ini, orang sekampung nyaris tak bisa absen melakukan ibadah. Muhrim telah menjadi polisi syari’ah tingkat kampung dengan bekal keanehan yang dia dapat.

Fenomena Spritual di Era Modern

Kasus ini menambah satu lagi fenomena spritual di era modern yang sulit kita fahami. Sebelumnya di desa yang sama, terdapat Guru Ukit (saudara kandung TGH sibawaih) yang juga memunculkan keanehan-keanehan. Guru ukit hobi sekali minum tuak hingga ber ember-ember padahal islam melarangnya. Suatu ketika, seorang bertanya padanya kenapa ia melakukannya padahal islam melarang. Guru ukit menjawab hanya dengan mengangakan mulutnya. Dan konon si penanya melihat samudra didalam mulut sang guru ukit. Ia ingin menegaskan jika ia sebenarnya tidak sedang meminum tuak tetap membuangnya ke laut.

Diluar lombok kenehan yang sama pernah dialami Lia Aminuddin (Eden). Eden yang seorang penata bunga itu mengaku mendapatkan wahyu dari Allah melalui Malaikat Jibril lalu mendirikan Singgasana Eden. Juga Ahmad Mozadeq megaku rasul karena merasa mendapatkan wahyu dan membuat Aliran Alqiyadah Islamiyah.

Keanehan-keanehan spritual ini ternyata memang benar dialami sebagian manusia di era modern sekarang. Entah bagaimana latarbelakang mereka sehingga menuju tingkatan spritual demikian, yang jelas apa terjadi pada mereka berjalan secara alami dan tak dipengaruhi kitab atau ajaran apapun. Lalu kita yang pro-nalar bisa berpendapat apa? Entahlah!.[]


Continue Reading...

Hanya Satu Kata “Action” (Sekadar Ikat makna dari tema Kontes SEO jokosusilo.com)


START ACTION sekarang juga! Dan saya tidak lagi ragu-ragu untuk berhasrat saya harus punya mobil, harus punya laptop yang lebih canggih, harus memilki website bisnis yang dikunjungi ratusan ribu orang perhari. Lebih gila lagi, saya berani berhasrat harus bisa internet marketing jauh melampaui mas Joko Susilo. Ini bukan mimpi saya, tapi hasrat yang harus saya wujudkan!

SEORANG motivator pernah berujar dalam rubrik sebuah koran:

“bermimpilah untuk sukses, karena banyak orang sukses di dunia ini berawal dari mimpi!”.
“jangan takut bermimpi karena james watt saja menciptakan balon lampu berawal dari mimpi!”
Mimpi disini bukan kembang tidur loh, tapi maksudnya adalah impian, harapan, asa atau cita-cita

Motivasi-motivasi seperti itu pernah membuat saya gampang sekali menciptakan mimpi. Saya pernah bermimpi punya mobil mewah. Saya ingat saat masih semester 3 tiga tahun yang lalu, dengan pedenya saya katakan pada seorang kawan. “Kawan, lihat nanti ketika aku wisuda, aku akan datang ke kampus dengan mengendarai mobil, itu bukan mobil orang tua saya, tapi mobil pribadi yang saya beli dengan uang saya sendiri”.

Pernah aku bermimpi kuliah ke Mesir, ingin menjadi dosen, pengen punya rumah sendiri dan seterusnya-seterusnya. Mimpi ...mimpi ...dan mimpi.

Seperti virus, ia menyerang saraf-saraf kesadaranku. Aku jadi stres, bahkan ibuku sampe bilang, kamu seperti kakekmu punya cita-cita setinggi langit tapi tak ada yang terwujud. Hingga suatu hari –seperti sebuah mobil yang ngerem mendadak di lampu merah- aku berhenti di tikungan. STOP Dreaming Start Action! sebuah kalimat terang menantang yang menjadi tema kontes SEO jokosusilo.com

Oh ternyata, selama ini aku hanya pintar bermimpi namun tak pandai memulai. Aku pembual dan pecundang, aku menyesali diri saat melihat diriku dicermin, kasihan sekali dirimu!. Wajah kusut kelelahan, lalu apa yang kamu lakukan selama ini?. Apakah yang membuatmu lelah? Orang didalam cermin itu bilang padaku, selama ini kamu HANYA BERMIMPI tak pernah berani memulai. Akhirnya yang kamu dapatkan hanya lelah bermimpi!.

Yupz, START ACTION! Kata Joko Susilo. Kalimat ini sesungguhnya adalah cambuk untuk mengatakan, berhentilah berangan-angan, bercita-cita, berkeinginan. Ganti segera dengan MENGAMBIL KEPUTUSAN, MULAILAH, LAKUKAN dan WUJUDKAN, ,!.

Dalam bisnis online memang, keraguan-keraguan menjadi penyakit yang sulit dihilangkan. Ini karena bisnis online tidak seperti bisnis offline dimana transaksi bisa dilakukan langsung. Bisnis Online membutuhkan saling percaya antar pelakunya. Dan saling percaya adalah perkara yang sulit.

Karena sulitnya saling percaya, yang sering menjadi kendala internal dalam bisnis online adalah pertimbangan-pertimbangan dan ketakutan-ketakutan yang kerapkali berlebihan. Takut ditipu, takut merugi, takut tak bisa menjalankan dan ketakutan-ketakutan yang lain. Padahal ketakutan itu belum tentu menjadi kenyataan. Maka, jika ini yang terjadi, seperti saya dulu akhirnya, tak pernah berani mencoba atau memulainya. Sialnya lagi, mimpi-mimpi terus berproduksi. “lebih besar pasak daripada tiang”. Keinginan besar tapi usaha kurang.

Nah, mulai sekarang STOP DREAMING!. Putuskan dan kerjakan sekarang Juga!. Walau pertimbangan juga perlu dalam membuat keputusan, tapi upayakan pertimbangan itu diminimalisir agar keputusan cepat diambil dan kesuksesan cepat diraih. Ingat, pertimbangan yang terlalu banyak menjadikan kita tak pernah bisa memutuskan apapun. Mencoba lebih baik daripada tidak melakukan samasekali.

Jika mau lebih ekstrem, dalam bisnis perlu juga kayaknya mengambil jargon lama kawan-kawan pers mahasiswa, “TIDAK katakan TIDAK, YA katakan YA, karena RAGU-RAGU adalah PENGHIANATAN!”.

START ACTION sekarang juga! Dan saya tidak lagi ragu-ragu untuk berhasrat saya harus punya mobil, harus punya laptop yang lebih canggih, harus memilki website bisnis yang dikunjungi ratusan ribu orang perhari. Lebih gila lagi, saya berani berhasrat harus bisa internet marketing jauh melampaui mas Joko Susilo. Ini bukan mimpi saya, tapi hasrat yang harus saya wujudkan!.[]
Continue Reading...

26 August 2009

Tadarrus Blog dan Tadarrus Al-Qur’an

Yang dilakukan orang-orang di masjid sebelah rumah saya itu sebetulnya Iqro’ saja bukan tadarrus. Mereka sekadar membaca alqur’an saja bukan mempelajari alqur’an. Tapi bukankah membaca saja mendapatkan pahala? Saya sedang menulis jawaban pertanyaan ini yang intinya maksud nabi dalam hadist itu bukanlah sekadar Membaca tapi juga mempelajari dan memahami.

-0-

Sudah jam 12 malam, hiruk-pikuk suara orang membaca alqur’an masih menggema memenuhi ruang-ruang sempit rumah saya. Suara-suara itu berasal dari masjid-masjid yang bertebaran di areal kampung. Tak terkecuali mushalla-mushalla kecil yang menampung sekitar 10 sampai 15 jama’ah semuanya terdengar bertadarrus. Kegiatan ini berlangsung semalam suntuk, mulai selesai tarawih hingga subuh tiba.

Sepintas, suasana seperti ini tampak menarik dan semarak. Namun dibalik itu, saya merasakan ada hal yang patut dikritisi. Sejumlah masjid, terutama masjid yang agak gede, menggunakan sound system yang cukup besar sehingga (maaf) membuat kenyamanan tidur orang yang sedang istirahat terganggu.


Saya merasakan betul kejadian ini. Pada malam kedua ramadhan kemarin, saya pulang tadarrusan dari masjid sekitar jam 10 wita. Saya berniat bangun setengah empat nanti untuk salat tahajjud. Namun mata saya tak kunjung mau terpejam karena suara dari masjid sebelah rumah sangat nyaring. Saya sempat menutup telinga dengan selimut dan bantal tapi sia-sia. Suara itu tetap mengganggu saya. Sialnya lagi suara mengaji orang-orang itu cempreng dan tak menari. Bacanya salah-salah lagi!.Menjengkelkan!


Karena tak jua bisa tidur, saya bangkit dari ranjang dan mengambil HP dan mulai browsing di google. Saya mengunjungi blog temen-temen yang tulisannya menarik. Ada banyak blog yang membuat saya senang dan sangat menikmati postingannya. Dari beragam blog yang saya temui, terdapat sebuah blog yang sangat bagus beralamat di http://jendelakumenatapdunia.blogspot.com/. Blog ini ditulis seorang yang yang menamakan dirinya Sinta Nisfuanna, nama yang keren!. Sinta menulis resensi buku-buku bermutu fiksi maupun non fiksi. Saya senang dengan resensi-resensinya karena nyaris selalu, disetiap posingan ia menyelipkan pesan-pesan ilahiyah yang amat menggugah.


Sebutlah salah satu resensinya untuk buku
Spiritual Kitchen. Sinta menulis “Dapur sebenarnya salah satu wadah untuk berkreasi dan berdzikir, lewat tafakur, mencerna ayat-ayat kauniyyah yang tercecer dan tidak tertulis dalam Al-qur’an”. Ia mengajak kita bertanya soal termos dengan lapisan logam beremisi 0 yang mampu menahan panas. Ini bermakna “Manusia selayaknya menjaga keimanannya seperti lapisan termos”. Katanya. Banyak hal menarik yang lain dalam blog ini dan saya tak mungkin menuliskannya dalam postingan ini

Saya merenung, sebetulnya saya sedang tadarrus. Ya tadarrus blog.


Mari kita perhatikan!. Tadarrus berasal dari kata arab darrasa-yudarrisu-tadriisan yang artinya belajar. Istilah Tadarrus Alqur’an (sejatinya) juga berarti mempelajari alqur’an, begitupula dengan Taddarrus blog. Mempelajari tak sama dengan membaca, dan tadarrus bukanlah membaca. Membaca dalam bahasa arabnya Iqro’.


Yang dilakukan orang-orang di masjid sebelah rumah saya itu sebetulnya Iqro’ saja bukan tadarrus. Mereka sekadar membaca alqur’an saja bukan mempelajari alqur’an. Tapi bukankah membaca saja mendapatkan pahala? Saya sedang menulis jawaban pertanyaan ini yang intinya maksud nabi dalam hadist itu bukanlah sekadar Membaca tapi juga mempelajari dan memahami.


Kembali ke soal tadarrus tadi. Saya teringat dengan cerita seorang wanita kristen dimasa kesultanan Kerajaan Abbasyiah. Si kristen konon mempunyai seorang anak gadis yang sudah lama ingin masuk islam. Tetangga-tetangganya yang muslim sudah mengetahui desas-desus gadis itu tertarik pada islam dan membuat mereka gembira.


Namun pada suatu hari, si ibu dari si gadis mendatangi seorang ulama dengan tergopoh-gopoh. Di hadapan ulama itu, ia mengatakan dengan sarkasme yang cukup tinggi. “Terimakasih pak kiai, terimakasih karena suara adzan di masjid sebelah rumah saya”. “Loh kegapa?” tanya ulama itu. “Suara muadzin di masjid itu jelek sekali pak kiai, makanya anak saya tidak jadi masuk islam” jawabnya.


Mungkin benar, gemerlap tadarusan di masjid-masjid membuat dunia islam tambah semarak dan orang yang melakukan aktifitas itu mendapat pahala. Namun ketika aktifitas tadarusan itu membuat ketidaknyamanan sosial, maka persoalannya menjadi lain. Saya yakin bukan pahala yang didapat tapi malah dosa, persis seperti muadzin dengan suara jelek tadi.


Ditambah lagi dengan tak adanya substansi tadarrusan disana karena sekali lagi mereka hanya membaca saja tidak mempelajari, yakin saya ini membuat aktifitas tadrrusan kian runyam. []

Continue Reading...

24 August 2009

Ngampus Gak Kelar-Kelar, Rumah Dikejar-Kejar!

Minggu ini menjadi minggu yang mungkin paling melelahkan dalam ceritaku. Melelahkan tidak hanya fisik tapi juga fikiran yang ikutan –nyaris- habis terkuras (hehe emangnya bak mandi!). Tapi bener loh, disaat aku ingin menenangkan diri masuk Ramadhan eh kepalaku terasa mau pecah saja (PECAH emang botol! heheh). Bener-bener mw pecah loh. Ceritanya gini, pas aku belok ditikungan patung pak tani timurnya Narmada tiba-tiba truk tronton melaju persis didepanku. Aku terperanjat!, tumben-tumbennya aku naik motor melamun kayak githu. Saking pusingnya seh! nyaris saja aku ditabraknya. Mengerikan.

Banyak teror untukku minggu ini yang bikin puyeng kepalaku. Kampus yang gak kelar-kelar, orang tua yang terus mengejar-ngejar, madrasah yang butuh orang, jarik yang sudah gak ketolong, kos yang gak dapet-dapet, lombok hosting yang gak jelas nasibnya, belum lagi soal pacar...wuih...tambah puyeng ..yeng ...yeng....
Saking banyaknya soal-soal ini, seorang temanku ngeledek, “bahaya neh kalo ente ketemu Nurdin M Top bisa direkrut jadi “pengantinya”” Busyet dah....! “lebih baik masuk syurga daripada masuk neraka” hik hik hik...

Yup, tapi jika ditarik-tarik kebelakang sih (emangnya baju ditarik-tarik kayak cewek diatas bemo, bajunya ditarik-tarik karena pantatnya keliatan) – lanjuuuuut..../ banyak soal ne bukan hadir begitu saja, aku yang salah. Gak bisa ngatur waktu, gak disiplin, gak komitment, gak konsisten, kerap lalai dst. Melelahkan...melelahkan....meeeeeeeeeeleeeeeeeeelahkan.

Di hari minggu akhir pekan kemaren semuanya berakhir dan sedikit melegakan. Seorang kawan lamaku namanya Emie mengajakku berkeliling naik sepeda motor ke lombok selatan. Tujuannya gak jelas juga seh, tapi namanya aja lagi pusing, yach diajak kemana-mana oke ajah lah. Aku disuruhnya melaju ke arah bandara internasional yang baru dibangun. Aku nurut ajah, entahlah mau cari apa dia disana. Buatku, kemana itu gak penting asal bisa ngelepas penat selama seminggu ini. Gas motor kutarik kenceng-kenceng, tak sadar udah nyampe Batu Jai rupanya.

Emie mengajakku ke rumah temennya, namanya Moni. Nama yang keren buakn? walau agak kuno dikit se. Sempet heran juga, kok di pedalaman Lombok Tengah ada orang bernama keren ya, Moni.....?.Biasanya kan Mustafa, Kadir, amak la’ok dst. Eh ini Moni...ya Moni (kayak agnes monica heheh). Si Moni menemui kami dengan masih sarungan dan gak pake baju (walahhhhh!). Tangannya masih coreng moreng kena lumpur. Katanya baru abis dari sawah. Heheh Moni ternyata cowok abis kesawah lagi. Tapi daku gak peduli. Aku pengen dateng happy kesini bukan buat dateng ngehina orang.

Si Moni mengajak kami ke belakang rumahnya. Wuiiiih....ada banyak buah-buahan disana.....si dia punya kebun rupaya.... ! “Kebun buah!”. Ada banyak pohon manga dikelilingi jeruk, pepaya, manggis, apel dan salak bali. Wah banyak sekali tapi sayangnya cuman pohon doang Hehehe!. Sebenennya ingin protes jg seh! Tapi gak enak, kita kan lagi jadi tamunya si Moni yang ternyata nama aslinya Asmuni itu.

Si Moni bin Asmuni akhirnya mengobati kekesalanku dengan memanjatkan kami kelapa gading, itu loh kelapa yang warnanya kuning. Kabarnya kalo orang mau pengantin baru ini neh obatnya hehe. Semoga ini bisa mengobati stresku. Ntar pas berbuka akan kuhabisi lima-limanya (kelapanya kecil-kecil seh!).

Lama-lama betah juga di sisni tak terasa sudah seharian disini!.

Batu jai, 24 Agustus 2009
13.17
Continue Reading...
 

Jhellie Maestro Copyright © 2009 WoodMag is Designed by Ipietoon for Free Blogger Template